Banner Ciresep

Kue Sagon Kelapa Gula Aren

Kue Sagon Kelapa Gula Aren

Kue kering tradisional olahan sagu—renyah harum kelapa, tanpa oven.

Porsi: 8 (±24 kue) | Waktu Aktif: 25 menit | Total: 45 menit | Level: Mudah

Bahan

  • Tepung sagu tani 200 g
  • Kelapa parut setengah tua 200 g
  • Gula aren halus 120 g
  • Garam 1/2 sdt
  • Vanili bubuk 1/4 sdt (opsional)
  • Wijen sangrai 1 sdm
  • Daun jeruk 2 lembar, buang tulang, iris halus (opsional, aroma)
  • Daun pandan 2 lembar (untuk sangrai)
  • Margarin 50 g, lelehkan
  • Santan kental hangat 100–120 ml

Alternatif bahan lokal

  • Gula aren → gula kelapa 120 g (rasa lebih ringan).
  • Santan → susu evaporasi 120 ml (hasil lebih “milky”, kurang gurih).
  • Tepung sagu → tepung ketan 200 g (tekstur lebih chewy, kurang rapuh).

Alat

  • Wajan/penggorengan anti lengket (teflon) diameter 24–26 cm
  • Spatula, mangkuk besar, sendok takar
  • Wajan kecil untuk sangrai
  • Cetakan ring kecil/tautan sendok (bila ada; bisa dibentuk manual)

Langkah Memasak

  1. Sangrai kelapa parut dengan daun pandan di wajan kering api kecil 5–7 menit hingga agak kering dan harum; angkat, dinginkan.
  2. Pada wajan terpisah, sangrai tepung sagu 4–5 menit api kecil agar tidak apek; dinginkan.
  3. Campur sagu sangrai, kelapa sangrai, gula aren, garam, vanili, wijen, dan irisan daun jeruk; aduk rata.
  4. Tuang margarin leleh, aduk. Tuang santan hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan bisa dipadatkan saat digenggam (remah-padat, tidak basah).
  5. Panaskan teflon api sangat kecil, oles tipis margarin.
  6. Ambil 1 sdm adonan (±18–20 g), kepal lalu pipihkan setebal ±1 cm (diameter ±4 cm). Susun di teflon, beri jarak.
  7. Panggang 6–8 menit per sisi hingga kokoh dan kecokelatan; balik sekali saja.
  8. Angkat, dinginkan di rak hingga benar-benar kering dan renyah sebelum disimpan.

Tips Anti-Gagal & Variasi

  • Keringkan kelapa hingga ±70% kering saja agar wangi tetap segar dan tidak cepat tengik.
  • Santan dituang bertahap; hentikan saat adonan bisa dipadatkan. Bila terlalu basah, tambah sagu sangrai 1–2 sdm.
  • Gunakan api super kecil; bila kompor panas, letakkan alas pan (sesekali dobel teflon) agar matang merata tanpa gosong.
  • Variasi rasa: tambah bubuk kakao 10 g pada langkah 3 untuk “sagon cokelat”, atau parutan keju 30 g untuk gurih-manis.
  • Simpan dalam stoples kedap setelah dingin total; taruh silica gel food grade agar tetap renyah sampai 2 minggu.
  • Tanpa teflon? Oven 160°C selama 18–22 menit, putar loyang sekali di menit ke-12.

Catatan Nutrisi (perkiraan per porsi)
~312 kkal | Karbo ~36 g | Lemak ~16 g | Protein ~3 g (asumsi 1 porsi = 3 kue; total 24 kue/batch).
Alergen: kelapa, wijen. Bebas gluten secara bahan (waspada kontaminasi silang).

Estimasi Biaya per Porsi (opsional)
± Rp4.200/porsi (asumsi harga Jakarta Q4-2025: sagu 200 g Rp7.000, kelapa 200 g Rp8.000, gula aren 120 g Rp6.000, santan 120 ml Rp4.000, margarin 50 g Rp3.000, wijen & rempah Rp5.000; total ±Rp33.000 untuk 8 porsi).

Kue Sagon Kelapa Gula Aren

Kue kering tradisional olahan sagu—renyah harum kelapa, tanpa oven.

  • Wajan/penggorengan anti lengket (teflon) diameter 24–26 cm
  • Spatula, mangkuk besar, sendok takar
  • Wajan kecil untuk sangrai
  • Cetakan ring kecil/tautan sendok (bila ada; bisa dibentuk manual)
  • Tepung sagu tani 200 g
  • Kelapa parut setengah tua 200 g
  • Gula aren halus 120 g
  • Garam 1/2 sdt
  • Vanili bubuk 1/4 sdt (opsional)
  • Wijen sangrai 1 sdm
  • Daun jeruk 2 lembar (buang tulang, iris halus (opsional, aroma))
  • Daun pandan 2 lembar (untuk sangrai)
  • Margarin 50 g (lelehkan)
  • Santan kental hangat 100–120 ml
  • Alternatif bahan lokal
  • Gula aren → gula kelapa 120 g (rasa lebih ringan.)
  • Santan → susu evaporasi 120 ml (hasil lebih “milky”, kurang gurih.)
  • Tepung sagu → tepung ketan 200 g (tekstur lebih chewy, kurang rapuh.)
  1. Sangrai kelapa parut dengan daun pandan di wajan kering api kecil 5–7 menit hingga agak kering dan harum; angkat, dinginkan.
  2. Pada wajan terpisah, sangrai tepung sagu 4–5 menit api kecil agar tidak apek; dinginkan.
  3. Campur sagu sangrai, kelapa sangrai, gula aren, garam, vanili, wijen, dan irisan daun jeruk; aduk rata.
  4. Tuang margarin leleh, aduk. Tuang santan hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan bisa dipadatkan saat digenggam (remah-padat, tidak basah).
  5. Panaskan teflon api sangat kecil, oles tipis margarin.
  6. Ambil 1 sdm adonan (±18–20 g), kepal lalu pipihkan setebal ±1 cm (diameter ±4 cm). Susun di teflon, beri jarak.
  7. Panggang 6–8 menit per sisi hingga kokoh dan kecokelatan; balik sekali saja.
  8. Angkat, dinginkan di rak hingga benar-benar kering dan renyah sebelum disimpan.
  • Keringkan kelapa hingga ±70% kering saja agar wangi tetap segar dan tidak cepat tengik.
  • Santan dituang bertahap; hentikan saat adonan bisa dipadatkan. Bila terlalu basah, tambah sagu sangrai 1–2 sdm.
  • Gunakan api super kecil; bila kompor panas, letakkan alas pan (sesekali dobel teflon) agar matang merata tanpa gosong.
  • Variasi rasa: tambah bubuk kakao 10 g pada langkah 3 untuk “sagon cokelat”, atau parutan keju 30 g untuk gurih-manis.
  • Simpan dalam stoples kedap setelah dingin total; taruh silica gel food grade agar tetap renyah sampai 2 minggu.
  • Tanpa teflon? Oven 160°C selama 18–22 menit, putar loyang sekali di menit ke-12.

Estimasi Biaya per Porsi (opsional)
± Rp4.200/porsi (asumsi harga Jakarta Q4-2025: sagu 200 g Rp7.000, kelapa 200 g Rp8.000, gula aren 120 g Rp6.000, santan 120 ml Rp4.000, margarin 50 g Rp3.000, wijen & rempah Rp5.000; total ±Rp33.000 untuk 8 porsi).

Catatan Nutrisi (perkiraan per porsi)~312 kkal | Karbo ~36 g | Lemak ~16 g | Protein ~3 g (asumsi 1 porsi = 3 kue; total 24 kue/batch).
Alergen: kelapa, wijen. Bebas gluten secara bahan (waspada kontaminasi silang).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More Articles & Posts